Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Senja

Rentan.

Untukmu Tak Lagi meninggi Yang Baik adalah tak perlu terisi Biarkan saja aku meredam Tapi jangan pernah merekam Suara yang lebih tinggi layaknya emosi Dan perilaku bertindak sebagai tuan Rumah pun terasa seperti hunian peri Maka ajakan baik pun bagai hujatan Malam hari adalah kegelisahan dalam kegelapan Cahaya pun jadi penerang kegelapan atau teman Ingatan tak ingin lagi tersimpan lalu pergi dengan sopan Beranjak dari kursi meletakan buku dan kacamata setan Bulan dan bintang semakin nyata bahwa itu malam Tak ku percaya lagi ramalan cuaca karena malam begitu hitam Putih, kematian bukan hanya gelapan dan kain hitam Duka yang mendalam,  terlalu sedih untuk merasakan kelam Mata uang tersisihkan karena angka angka besar selalu memikat Lebih bernilai ekonomi ketimbang makna dan hakikat Indeks harga saham tradisional membuat pedagang terlihat jahat Paras yang memikat agar bisa hidup sebagai penjilat Tak banyak tahu siapa sebenarnya Tan malaka bagi Indonesia Bukun...

Daynolie.

Sabtu dini hari,  waktunya rehat sejenak setelah rutinitas dan tidak ada kata reuni dengan seisi mini bar kedai kopi sudut kota, duduk termenung berharap orang orang baru akan datang mengakrabkan diri sampai pada pagi hari pun tiba.. Tak kunjung ada, motor tua itu serasa melambaikan tangan nya memanggil ku.. Tak patut di acuhkan, ku kendarai dia menyusuri malam sembari tersenyum lepas dengan beberapa kata kata bernada ku teriakan tanpa sadar.. "inilah jalan jalan tanpa kenangan manis, seakan semuanya harus terasa manis. Semanis kisah cinta muda mudi " Jalanan tak terlalu sepi, motor tua antik bertenaga muda.. Pengemudi muda, tersobsesi untuk tidak akan takut pada apapun bahkan pada kematian menurutnya itu adalah jawaban... Malam itu lebih tenang sedikit remang dari lampu lampu yang bersandar di sudut sudut bangunan kota sebagai simbol simbol modernisasi. Tak ada ragu, tak ada pilu, tak ada juga sesak di dada karena ada yang harus di kejar ataupun di buru, apalagi ketaku...

Sebelum Larut.

Merah, merona,  seperti sebuah darah tapi tak mengering.. Seusai perbincangan hangat hingga pagi mulai menguning.. Rentang, dengan sedikit senyum tak mau menentang,, Lihat, banyak yang terlalu mau berperilaku menyimpang.. Seperti mata,  selalu berkedip selalu mengelak dengan sadar atau sengaja tak menyadari.. Layaknya perbuatan yang tak harus keji,  kusam karena debu... Kadang lidah saja tak cukup untuk menggunjingnya,  perlu sedikit penetrasi agar nurani terguggah, bukan seperti dogma idealis atas nama agama yang lurus tapi semu... Serupa tapi tak sama,Penyeragaman menjadi mitos yang terabaikan dari antara denotasi dan konotasi, lalu pun tersadar mati dan berakhir pada teks tertulis saja atau pada gambar hewan hewan endimik hasil persilangan antara Alam liar dan kebun binatang.. Manipulator yang cerdas yang cenderung licik, memanusiakan manusia hanya menjadi Tugas Tuhan lalu bergerak seperti robot robot dari bibit teknologi yang lupa akan punya akal budi.....

Kembalilah,!

Menyusuri jalan berkelok dengan sebuah langkah cepat roda kendaraan, dengan angan itu liburan dini hari yang pasti dengan gelap dan sedikit remang.. Ada tawa yang selalu renyah di dengar kan,  dengan segelas kopi di genggaman kiri, dengan angin malam yang dengan tidak ber etika berhembus memukul wajah karena mata terlalu malas untuk tertutup rapi dan tak mau terlelap.. Ada kala semuanya hening dan beberapa orang saudara memilih rehat sejenak sebelum sampai di mana angin laut bersahut sahutan dengan ombak menuju bibir pantai karena pasir nya yang tak seputih dulu. Beberapa tembakau racikan dan di kemas modern dan beredar di pasar pasca pancaroba terus menerus ku nyalakan dari jemari kananku dan tek hentinya sesampainya disana. Melewati bangunan bangunan tua di salah kota bersejarah,  dan kadang orang orang me representasi kan sejarah sebagai daerah wisata yang sering di gandrungi remaja masa kini. Pesisir pantai yang identik dengan tumbuhan kelapa yang terlihat tak begitu ak...

Terasa Lucu.

Kenapa anda anda sekalian terus saja berlomba lomba mengamankan posisi yang tak setatis dan fleksibel itu,  membentuk aliansi kotak kotak dengan logo logo penuh makna.. Atas nama kesejahteraan berembuk mengangkat satu nama untuk di usung pada pesta demokrasi berikut nya,  apa yang akan anda lakukan dalam satu periode? Kemana pergi nya janji janji manis itu yang kalian tabur lewat ikatan sebangsa dan sedesa... Dalam pemilihan umum berikut nya kita akan melihat wajah-wajah baru yang hanya akan menjadi limbah-limbah hasil ekstraksi masa-masa pemilih pemula  sebagai perwujudan demokrasi.. Pembangkangan moralitas dan penyebaran isu sara,  mengumpulkan masa sebanyak banyaknya untuk membangun dunia tanpa dosa dan omong kosong mengatas namakan agama, beretorika dengan lantang di depan ribuan jiwa agar setara dengan nabi dan rasul serta dewa.. Layaknya keledai yang tertutup matanya oleh penunggangnya.. Di kota ini, keterpurukan moral adalah kecerdasan dan gaya hidup,.. ...

Melemah? Tidak!

Seketika seperti berada di ruang hampa tanpa ada sedikit kata yang bisa ku dengar,  tiba" merenung kemabali... Apa yang terjadi?  Kenapa seperti ada yang kurang!  Semoga kelesuan ini hanya sementara, dalam harapku pada yang tersadar! Seketika merasa lemah, terluluh lantah tak bertenaga! Siapa yang mampu menguatkan dan mampu mengembalikan canda tawa yang sebelumnya tak pernah terlewatkan.. Rasa-rasanya jiwa ini kurang sehat dan sedikit sesak, kadang juga detak jantung terasa lambat dan tak punya semangat.. Seperti halnya ketika hujan sore hari di halte buss pada sudut kota yang ramai,  sembari menunggu dia datang membawa payung peneduh di atas trotoar kota dan menuntun ku ke sebuah kedai kopi dalam rangka menghangatkan badan. bersamaan dengan itu,  akan ada secercah harapan bahwa di perjalanan pulang nanti akan terlihat dengan sedikit jelas dan lumrah, ada pelangi sehabis hujan.. Ketika pagi datang,  memulai beberapa aktivitas sehari hari..  Berjala...

Tidak ada

Tak perlu ada yang di pastikan,  tak perlu ada yang bisa di janjikan,  statemen,  klarifikasi,  atau pun di perdebatkan oleh beberapa orang pada belasan jam pada waktu malam menjelang pagi. Karena hati dan bahasanya hanya lah bayangan sementara,  tak perlu menjadi realitas, cukup ada tanda dan pemaknaan agar komunikasi ini terus berkepanjangan.. Selamat pagi putri tidur,  akan ku suguhkan segelas keluguan, kepolosan, kesederhanaan, dan apa yang harus kau lakukan cukup menikmati nya dengan cara seperti biasa,  di sruput!  Kenali dia lebih dalam lewat aroma dan asamnya Arabica nusantara.. Malam ini terasa lebih dingin dari biasanya,  tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan waktu terakhir kali kau datang sebelum pergi dan entah kapan kau kembali bertanya,....  "apa yang akan kau suguhkan untukku malam ini sembari berbincang hingga sang fajar memunculkan wujud nya?"... Seperti doa yang telah mengenal keyakinan.. Bagai sungai yang m...

Menuju Punah Sebelum Kiamat.

Di masa depan bersamaan dengan munculnya beberapa robot pengganti manusia untuk melakukan banyak pekerjaan manusia yang begitu kompleks dan sakaratul maut,  isu apa lagi yang akan di ciptakan untuk mengundang pertikaian antar umat, kaum,  suku dan ras hadir di tengah" kedamaian yang sampai saat ini masi menjadi mitos dan persepsi tatap muka.. Menurut analisis NASA,  bumi sudah mulai menjadi tua dan kusam, bumi tempat dimana jutaan generasi muda terus di produksi atas dasar kenikmatan(horni). Mungkin bumi ini mengalami penuaan dini akibat banyaknya usaha-usaha para manusia lanjut usia untuk mengumpulkan harta kekayaan emas dan lempengan" baja berharaga yang bernilai lebih,  ada juga yang dengan sengaja menyebarkan polusi pada lingkungan sekitar hanya untuk menjadi raja dari suatu bangsa di beberapa benua.. Antartika terkena efek dari pemanasan global karena yang lain sibuk di dalam ruangan ber pendingin menghitung tabungan hasil riba dan dan semoga saja tak lupa bers...

Penikam Punggung!

Semu dan terasa sarkas karena hampa.. Rada nan menjajak seribu langkah yang tersia.. Malam menggeliat tak mau melihat pagi.. Matahari terlalu pagi menghianati.. Mata kusuk terus terbuka hingga petani ke ladang pagi buta.. Kesenyapan melanda rongga dada paling dalam dan terbata.. Diam dalam nyawa yang membeku, melunta meminta kasih.. Saat-saat menderu tanpa arah dan kisah.. Serangan jantung,  stroke, diabetes, Seperti perlahan melenyapkan seribu nyawa yang mengemis derajat pada yang punya kuasa, dan ber akhir pada suatu usia yang sudah di tentukan dan entah tak tahu kapan Yang tak punya ijazah termentahkan ke seberang jalan nan jauh disana atau menetap di trotoar sembari berharap TUHAN yang MAHA pemurah lagi MAHA pengasih dan seterusnya, lewat tangan" yang katanya malaikat tak bersayap pemeluk agama itulah materil penunjang usia di teruskan bagi penghuni trotoar jalan yang acap kali terusir secara tidak halus layaknya kisah zainudin dan hayati.. Banyak sejarah yang ters...

Single Origin..

Duduk hening di dalam mini barr Coffee shop, terpaku akan panggilan beberapa biji kopi yang bersemayam dalam toples,  mereka seakan bersajak ingin di seduh.. Hujan... Dalam dingin nya malam aku menantikan perempuan yang biasa menemani ku minum kopi sampai mentari menunjukkan wujud nya.. Berbicara tentang hal yang bukan tentang kita tapi kadang juga sesekali dia tersenyum dan memalingkan wajah nya yang kecil itu sembari menunjukkan ketajaman berpikir layaknya para filsuf terdahulu.. Kisahnya mengingat kan ku pada suatu masa dimana dulu aku  tak percaya pada satu hal yang selalu menjadi salah satu tujuan semua manusia.. Terlalu lama menunggunya, kopinya membeku dan tak mau mencair! dan apa yang tak ku ketahui banyak tentang nya menjadi pudar karena dia terlalu banyak melewati persimpangan jalan sebelum akhirnya dia sampai di depan mini barr dengan rentetan toples-toples berisikan kopi.. Jangan lupa kembali ke kota ini sang penikmat kopi tubruk...! Senja.

GOD!

Kelamnya kata neraka tak sebanding dengan keinginan adanya surga yang tak pernah benar" di ketahui manusia yang hidup seperti sandiwara semu yang menjadi hegemoni. Seperti apa tempat itu?  Selalu mengarahkan manusia pada ketakutan dimana kematian akan datang setelah usia senja itu tertutup rapat di dalam peti mati, terbungkus kain kafan, dan terkunci di Perut buma, atau juga menjadi abu yang akan terbang bersama angin malam.. Surga dan neraka yang manunggal dan penghakiman hari akhir, itu hanya  salah satu dari beberapa produk agama yang diciptakan manusia,  yang di konsumsi untuk memperkuat  eksistensi TUHAN sebagai pengahrapan terakhir manusia itu sendiri.. Apakah adanya Beberapa kaidah-kaidah ke agamaan tercipta mengatur manusia demi sebuah keteraturan? Berhentilah memplagiat kiamat kalian para pengkhianat lantai dansa.. Jangan kirimi kami undangan menuju tempat yang kalian pun tak pernah tahu dan merasakan tempat itu.. Sudahi saja komoditas ke agamaan itu....