Untukmu Tak Lagi meninggi Yang Baik adalah tak perlu terisi Biarkan saja aku meredam Tapi jangan pernah merekam Suara yang lebih tinggi layaknya emosi Dan perilaku bertindak sebagai tuan Rumah pun terasa seperti hunian peri Maka ajakan baik pun bagai hujatan Malam hari adalah kegelisahan dalam kegelapan Cahaya pun jadi penerang kegelapan atau teman Ingatan tak ingin lagi tersimpan lalu pergi dengan sopan Beranjak dari kursi meletakan buku dan kacamata setan Bulan dan bintang semakin nyata bahwa itu malam Tak ku percaya lagi ramalan cuaca karena malam begitu hitam Putih, kematian bukan hanya gelapan dan kain hitam Duka yang mendalam, terlalu sedih untuk merasakan kelam Mata uang tersisihkan karena angka angka besar selalu memikat Lebih bernilai ekonomi ketimbang makna dan hakikat Indeks harga saham tradisional membuat pedagang terlihat jahat Paras yang memikat agar bisa hidup sebagai penjilat Tak banyak tahu siapa sebenarnya Tan malaka bagi Indonesia Bukun...
Terus Tumbuh Seperti Rebung