Skip to main content

Penikam Punggung!

Semu dan terasa sarkas karena hampa..
Rada nan menjajak seribu langkah yang tersia..
Malam menggeliat tak mau melihat pagi..
Matahari terlalu pagi menghianati..
Mata kusuk terus terbuka hingga petani ke ladang pagi buta..
Kesenyapan melanda rongga dada paling dalam dan terbata..
Diam dalam nyawa yang membeku, melunta meminta kasih..
Saat-saat menderu tanpa arah dan kisah..

Serangan jantung,  stroke, diabetes, Seperti perlahan melenyapkan seribu nyawa yang mengemis derajat pada yang punya kuasa, dan ber akhir pada suatu usia yang sudah di tentukan dan entah tak tahu kapan
Yang tak punya ijazah termentahkan ke seberang jalan nan jauh disana atau menetap di trotoar sembari berharap TUHAN yang MAHA pemurah lagi MAHA pengasih dan seterusnya, lewat tangan" yang katanya malaikat tak bersayap pemeluk agama itulah materil penunjang usia di teruskan bagi penghuni trotoar jalan yang acap kali terusir secara tidak halus layaknya kisah zainudin dan hayati..

Banyak sejarah yang tersamarkan dan tak pernah kita lihat wujud nya dan kita rasakan yang di yakini bahwa itu buruk adanya layaknya stigma yang di bangun masyarakat lewat perpanjangan mulut, bukan pada cetakan" buku sejarah...

Senja.

Comments

TERPOPULER

Mereka Yang Lapar Dahaga

menyelami peran ke dua pada manuskrip telaga berwajah ganda, telisik mata demi waktu ke arah pandangan.. semu! adegan-adegan bumbu pedas yang tak gurih sama sekali, sarapan pagi nikmat seperti wejangan... mulai mual dengan beberapa makanan pembuka hari yang selalu berwajah sama.. air mineral seperti obat penetral toksin, menjadikan empedu berfungsi bagi akal sehat.. subjektivitas citarasa memunculkan hambar, tak tercium aroma di hidung para publik... tak akan tersentuh tangan senikmat apapun hidangan yang hanya istimewa saja... aroma hilang entah terhisap ke hidung publik yang mana... biarkan saja lapar ini berpuasa tanpa keluh tanpa wujud... selepas mimpi singkat, waktu tersisihkan bukan untuk sarapan.. secangkir kopi sudah cukup mengenyangkan.. jangan tanya kenapa, selama makan siangmu masih dengan kesendirian.. jangan terseduh, karena tak ada nikmat yang dapat di dustakan.. menyatu sebagai asam kopi atau menjadi garam dalam belanga masakan ataupun menjadi gula dalam s...