Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Aura Asmaradana

Laplace’s Demon: sang Iblis yang Deterministik

Tersebutlah nama sesosok iblis. Iblis itu dikenal sebagai Laplace’s Demon , satu sosok intelegensia yang dipostulatkan oleh Pierre Simon de Laplace . Laplace—seorang ahli matematika Perancis abad ke-18 —menulis sebuah esai, Essai philosophique sur les probabilités pada tahun 1814 . Dalam esai itu, Laplace mempostulatkan adanya suatu sosok intelegensi yang memiliki pengetahuan tentang posisi, kecepatan, arah, dan kekuatan semua partikel di alam semesta pada satu waktu. Intelegensi ini sanggup memprediksi dengan satu formula saja seluruh masa depan maupun masa lampau . Laplace's Demon Linocut - History of Science, Imaginary Friend of Science Collection, Pierre-Simon Laplace, Mathematics Physics Daemon Space ( https://www.etsy.com/listing/74889917/laplaces-demon-linocut-history-of) Laplace berpendapat, kondisi alam semesta saat ini merupakan efek dari kondisi sebelumnya, sekaligus merupakan penyebab kondisi berikutnya. Dengan begitu, jika kondisi alam semesta pada saat penci...

Tentang Bocah-bocah yang Sudah Tidur Malam Ini

Lahir ketika hari sudah bosan. Ingin tidur membenamkan diri pada semesta ruang. Ketika ibumu menahun digerogoti perkara hati, kamu menyesal belum punya gigi untuk balas mencabik. Mengunyah hingga lumat. Sakit itu bernama klise — sesuatu yang tak pernah ditemukan dalam kikikmu. Baru mau tidur setelah hangat. Suka sekali berlomba dengan hari yang mudah bosan. Ketika ibumu menahun batuk-batuk tersedak gosip tetangga, kamu menyesal masih suka tidur; belum bisa lari ke jalan. Pura-pura jadi bukan anak siapa-siapa. Sakit itu bernama klise — sesuatu yang tak pernah ditemukan dalam tetes liurmu. Tiap dimandikan, tempias auramu datang dari bak plastik. Mengisi makna ruang-ruang. Bahkan aroma top to toe wash yang sadis tak menyamarkannya. AA 12/12/16

Jadi Bajingan

Kalau sedang jatuh cinta, realitas bisa jadi serba hiperbolik . Fakta-fakta empiris sering pula diabaikan. Banyak penyair sudah membahasakan ini. Dari Giring Nidji hingga Sapardi, cinta pernah dibahasakan dengan beragam jenis kata dan melodi. Ketika jatuh cinta, akan muncul perasaan senang sampai kecemasan. Cemas, bukan takut. Sesuatu yang menggelisahkan dan tak jelas objeknya. Atas nama penulis Vigilius Haufniensis, filsuf Kierkegaard menulis bahwa kecemasan, misalnya dialami seorang laki-laki yang berdiri di tepi sebuah gedung tinggi atau tebing menghadap jurang. Laki-laki itu merasa cemas. Saat itu, ia mengalami rasa takut terlempar masuk ke dalam jurang dan tewas mengenaskan, tapi pada saat yang sama, dalam lubuk hatinya, sang laki-laki merasa punya dorongan untuk sengaja melemparkan diri ke jurang. Perasaan cemas itu tak lain adalah akibat dari kebebasan. Manusia punya kebebasan untuk memilih masa depan. Laki-laki di tepi jurang punya kebebasan penuh untuk memilih unt...

Buku Punya Bersama

https://thinkpyxl.com/blog/book-recommendations-mark-zuckerberg Sebuah buku tergeletak di meja. Ia benda mati yang terlihat sungguh tak punya daya. Beberapa bagiannya yang kusam seperti tanda-tanda kematiannya. Bahkan benda mati pun tahu persis kapan waktu ia menjemput ajalnya. Buku itu tak punya ekspresi. Berbelas pasang mata melihatnya sambil lalu saja. Luka saja tidak mampu ia ciptakan, apalagi kebahagiaan. Pada pokoknya, ada kalanya, ia yang tergeletak itu seakan bukan bagian dari kehidupan. “Eh, buku siapa itu? Bagus tuh.” Kemudian kejelian mata seorang gadis menyulap situasi. “Buku saya, kakak.” Tetiba eksistensi seseorang diubah dari kepemilikannya. Aku punya, maka aku ada. Aku punya buku, kau tak punya. Di awal percakapan dua orang, sebuah buku sedang diberi nyawa. “Boleh dipinjam ya? Saya sudah lama ingin baca.” Nyawa buku semakin penuh. Kalau boleh ia punya ekspresi, mungkin ia akan mengembangkan senyum paling jumawa. “Kenapa tidak beli?” “Ah, baca ...