Skip to main content

Mereka Yang Lapar Dahaga

menyelami peran ke dua pada manuskrip telaga berwajah ganda, telisik mata demi waktu ke arah pandangan..
semu! adegan-adegan bumbu pedas yang tak gurih sama sekali, sarapan pagi nikmat seperti wejangan...
mulai mual dengan beberapa makanan pembuka hari yang selalu berwajah sama..
air mineral seperti obat penetral toksin, menjadikan empedu berfungsi bagi akal sehat..
subjektivitas citarasa memunculkan hambar, tak tercium aroma di hidung para publik...

tak akan tersentuh tangan senikmat apapun hidangan yang hanya istimewa saja...
aroma hilang entah terhisap ke hidung publik yang mana...
biarkan saja lapar ini berpuasa tanpa keluh tanpa wujud...

selepas mimpi singkat, waktu tersisihkan bukan untuk sarapan..
secangkir kopi sudah cukup mengenyangkan..
jangan tanya kenapa, selama makan siangmu masih dengan kesendirian..
jangan terseduh, karena tak ada nikmat yang dapat di dustakan..

menyatu sebagai asam kopi atau menjadi garam dalam belanga masakan ataupun menjadi gula dalam sagala cangkir minuman...
salah satu dari kesemua unsur dalam nikmat,.. semua terbumbui dengan singkat lalu rasa lenyap begitu saja.

berikan aku sarapan yang tak akan bisa ku nikmati di pagi hari..
berikan aku makan malam yang bisa ku nikmati seperti layaknya berbuka puasa pada setiap petang hari..
berikan aku segelas susu pada waktuku yang dahaga..
berikan aku secangkir kopi, sembari berucap "semoga sampai senja"

Senja.

Comments

  1. 365SBOBET Situs Agen Resmi SBOBET , Agen Bola Terpercaya di Indonesia

    365SBOBET adalah Agen Sbobet Terpercaya Indonesia, Situs Agen Bola Resmi Online Casino Terbaik Official Partner kami adalah Barcelona dan Liverpool.

    http://104.161.33.124

    Buruan Daftarkan DIri anda di 365SBOBET & menangkan Ratusan Juta Rupiah Setiap Harinya!!!
    Bonus Pendaftaran Member Baru 20% Maksimal s/d 1 Juta Rupiah
    Bonus Next deposit 5%
    Bonus Rollingan 0.5%
    Bonus Cashback 5%
    Dengan Minimal deposit untuk mendapatkan Bonus Hanya 50 ribu

    Deposit hanya Rp. 25.000

    Whatsapp : 0823.6134.6235

    ReplyDelete

Post a Comment

TERPOPULER

Laplace’s Demon: sang Iblis yang Deterministik

Tersebutlah nama sesosok iblis. Iblis itu dikenal sebagai Laplace’s Demon , satu sosok intelegensia yang dipostulatkan oleh Pierre Simon de Laplace . Laplace—seorang ahli matematika Perancis abad ke-18 —menulis sebuah esai, Essai philosophique sur les probabilités pada tahun 1814 . Dalam esai itu, Laplace mempostulatkan adanya suatu sosok intelegensi yang memiliki pengetahuan tentang posisi, kecepatan, arah, dan kekuatan semua partikel di alam semesta pada satu waktu. Intelegensi ini sanggup memprediksi dengan satu formula saja seluruh masa depan maupun masa lampau . Laplace's Demon Linocut - History of Science, Imaginary Friend of Science Collection, Pierre-Simon Laplace, Mathematics Physics Daemon Space ( https://www.etsy.com/listing/74889917/laplaces-demon-linocut-history-of) Laplace berpendapat, kondisi alam semesta saat ini merupakan efek dari kondisi sebelumnya, sekaligus merupakan penyebab kondisi berikutnya. Dengan begitu, jika kondisi alam semesta pada saat penci...

Kenapa?

Kenapa? Ketika yang bebas mulai bertanya Orang disana mengumpulkan massa Mencari suara dan merebut kuasa Padahal disini ibu pertiwi menangis dan tak berdaya Air hujan tak sanggup menutupi air matanya Karena kini salah satu petani kini telah tiada Kenapa? Mungkin ideologi pancasila hanyalah dongeng belaka Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia menjadi hembusan harapan yang takkan jadi kenyataan teruntuk pemimpin lihatlah kami didepan istana yang menginginkan kemerdekaan yang merata ini bukan sekedar kritik jalanan bukan sekedar suara sumbang yang tak butuh jawaban Kenapa? Ah,sudahlah.. menk ft. obe

Mungkin Hati Yang Bicara

Dalam diam, hati yang bicara. Tak ada pergerakan dan semua terlihat berbeda, Berharap bibir berucap agar suara bisa mendominasi tawa ribuan serangga, Malam akan pergi kemudian berganti pagi, Duduk berdua tanpa ada kata, hati yang bicara. Kayu api unggun sedikit lagi akan menjadi bara , Binar mata saling tatap ragu, Sedikit malu tapi dalam hati berharap malam jangan dulu berlalu, Merah bara api pun   mulai menjadi abu, Dingin ujung malam mulai menembus tulang, Cahaya rembulan yang memantul didanau mulai menghilang tertutup awan, Rintik hujan turun tak terduga   membasahi rerumputan, Suasana gelap mulai merubah keadaan, Dan gelappun menjadi awal dan akhir dari pembicaraan, Terlontar kata dari bibir indah nan menawan sang perempuan, “Ayo Kita Pulang...”