Skip to main content

Hadiah Melati Dihariku

Tak ada deskiripsi untuk perasaan ini,
Dia hadir tak terduga membuatku lupa isi dunia, 
entah mengapa hanya dia yang ada di dalam jiwa,
hati terpropaganda karena keberaniannya,
dia mulai bicara bersama keindahannya.
sungguh indah ciptaanmu tuhan..
Kuharap ini semua tak berakhir di obrolan malam ini,
Ekspektasi liar mulai muncul dalam imaji,
Membuahkan sebersit harapan yang semoga menjadi sebuah kenyataan,
Untuk memiliki dan menjaganya juga membuat dia nyaman.
Standarisasi yang kubangun di masa sekolah dulu menjelma didalam dirinya.
Tentang seimannya,
Tentang hijabnya,
Tentang indahnya, 
Dan tentang hobinya.
Dia sempurna..
hadiah hariku terasa istimewa.

Comments

TERPOPULER

Mereka Yang Lapar Dahaga

menyelami peran ke dua pada manuskrip telaga berwajah ganda, telisik mata demi waktu ke arah pandangan.. semu! adegan-adegan bumbu pedas yang tak gurih sama sekali, sarapan pagi nikmat seperti wejangan... mulai mual dengan beberapa makanan pembuka hari yang selalu berwajah sama.. air mineral seperti obat penetral toksin, menjadikan empedu berfungsi bagi akal sehat.. subjektivitas citarasa memunculkan hambar, tak tercium aroma di hidung para publik... tak akan tersentuh tangan senikmat apapun hidangan yang hanya istimewa saja... aroma hilang entah terhisap ke hidung publik yang mana... biarkan saja lapar ini berpuasa tanpa keluh tanpa wujud... selepas mimpi singkat, waktu tersisihkan bukan untuk sarapan.. secangkir kopi sudah cukup mengenyangkan.. jangan tanya kenapa, selama makan siangmu masih dengan kesendirian.. jangan terseduh, karena tak ada nikmat yang dapat di dustakan.. menyatu sebagai asam kopi atau menjadi garam dalam belanga masakan ataupun menjadi gula dalam s...