Skip to main content

Tentang Bocah-bocah yang Sudah Tidur Malam Ini

Lahir ketika hari sudah bosan. Ingin tidur membenamkan diri pada semesta ruang.
Ketika ibumu menahun digerogoti perkara hati, kamu menyesal belum punya gigi untuk balas mencabik.
Mengunyah hingga lumat.

Sakit itu bernama klisesesuatu yang tak pernah ditemukan dalam kikikmu.

Baru mau tidur setelah hangat. Suka sekali berlomba dengan hari yang mudah bosan.
Ketika ibumu menahun batuk-batuk tersedak gosip tetangga, kamu menyesal masih suka tidur; belum bisa lari ke jalan.
Pura-pura jadi bukan anak siapa-siapa.

Sakit itu bernama klisesesuatu yang tak pernah ditemukan dalam tetes liurmu.

Tiap dimandikan, tempias auramu datang dari bak plastik. Mengisi makna ruang-ruang.
Bahkan aroma top to toe wash yang sadis tak menyamarkannya.

AA
12/12/16

Comments

TERPOPULER

Pramoedya dan Feodalisme Pendidikan

Tulisan ini saya buat ketika pelajaran sosiologi, dan saya menulis catatan ini bukan tanpa alasan, mungkin tulisan ini adalah fase klimaks kegelisahan saya melihat kondusifitas sistem pendidikan disekitar kita. Seringkali saya bertanya kepada diri saya “Mengapa di era post feodalisme ini masih ada, guru yang marah membabi buta di depan kelas kepada siswanya yang melakukan kesalahan padahal hanya sebatas kesalahan kecil ? (bukankah dalam membangun karakter siswa harus mengedepankan nilai construction in education, bukan malah memberikan punishment yang berlebihan ?) . “apakah mau seorang guru ditegur murid ketika ia melakukan kesalahan?” , juga masih ada guru yang menjawab “Untuk saat ini anda belum saatnya tahu hal itu” ketika ada murid yang bertanya sesuatu yang terlalu expert jenis pertanyaannya (ya, saya mengerti memang mungkin belum saatnya atau bukan porsinya tapi apakah salah seorang guru paling tidak menjelaskan gambaran umumnya saja? ) Cerita paling ironis ketika ada seorang...

Ketika 'Sistem' Terus Bermasalah

Ketika aku bahkan takut untuk datang ke sekolah. Walau doktrin 'menuntut ilmu adalah ibadah' terus terngiang. Betapa buruknya tempat itu bak hanntu di pagi buta yang terus membuatku bermimpi buruk. Ketika aku merasa bahkan pintar dan rajin tidak cukup untuk menang di negaraku sendiri. Ketika uang adalah 'RAJA'. Maka tinggalah diri diperbudak olehnya. Manusia bahkan tunduk pada apa yanng diciptakannya. Sampai ilmu yang seharusnya mulia harus te rnista oleh segala dusta. Berbuah malapetaka. Ketika nantinya akan terlihat betapa bobroknya sistem ini. Yang terus memaki dan memaki kami untuk pintar, bukan berkarakter. Menekankan pada nilai yang bahkan bukan bidang yang kami inginkan. Sistem yang membudaki para siswa bertenaga kuda untuk terus bekerja. Sementara para keledai hanya duduk manis di singgasana, menunggu si kuda membawa nilai yang bagus pada mereka. Dimana yang katanya pejuang Hak asasi? Omong kosong tanpa arti. Cukulah teori tanpa aksi. Sedikit rasa ke...