Skip to main content

Tidak ada

Tak perlu ada yang di pastikan,  tak perlu ada yang bisa di janjikan,  statemen,  klarifikasi,  atau pun di perdebatkan oleh beberapa orang pada belasan jam pada waktu malam menjelang pagi. Karena hati dan bahasanya hanya lah bayangan sementara,  tak perlu menjadi realitas, cukup ada tanda dan pemaknaan agar komunikasi ini terus berkepanjangan..
Selamat pagi putri tidur,  akan ku suguhkan segelas keluguan, kepolosan, kesederhanaan, dan apa yang harus kau lakukan cukup menikmati nya dengan cara seperti biasa,  di sruput!  Kenali dia lebih dalam lewat aroma dan asamnya Arabica nusantara..

Malam ini terasa lebih dingin dari biasanya,  tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan waktu terakhir kali kau datang sebelum pergi dan entah kapan kau kembali bertanya,....  "apa yang akan kau suguhkan untukku malam ini sembari berbincang hingga sang fajar memunculkan wujud nya?"...

Seperti doa yang telah mengenal keyakinan..
Bagai sungai yang menyatu dengan laut
Sesudah itu senyap tanpa suara
Gelombang pasang para penikmat surfing
Gema suara nyanyian bimbang
Setelah melihat pagi, aku memilih terlelap di musim hujan yang tak kunjung reda..

Senja.

Comments

TERPOPULER

Buku Punya Bersama

https://thinkpyxl.com/blog/book-recommendations-mark-zuckerberg Sebuah buku tergeletak di meja. Ia benda mati yang terlihat sungguh tak punya daya. Beberapa bagiannya yang kusam seperti tanda-tanda kematiannya. Bahkan benda mati pun tahu persis kapan waktu ia menjemput ajalnya. Buku itu tak punya ekspresi. Berbelas pasang mata melihatnya sambil lalu saja. Luka saja tidak mampu ia ciptakan, apalagi kebahagiaan. Pada pokoknya, ada kalanya, ia yang tergeletak itu seakan bukan bagian dari kehidupan. “Eh, buku siapa itu? Bagus tuh.” Kemudian kejelian mata seorang gadis menyulap situasi. “Buku saya, kakak.” Tetiba eksistensi seseorang diubah dari kepemilikannya. Aku punya, maka aku ada. Aku punya buku, kau tak punya. Di awal percakapan dua orang, sebuah buku sedang diberi nyawa. “Boleh dipinjam ya? Saya sudah lama ingin baca.” Nyawa buku semakin penuh. Kalau boleh ia punya ekspresi, mungkin ia akan mengembangkan senyum paling jumawa. “Kenapa tidak beli?” “Ah, baca ...

Closing Steatment

        Seperti kata yang tak bertuan, malam itu tak akan kemana-kemana terkecuali ada pada dirimu. Kamu terus saja menundukkan wajah, entah malu, segan atau takut ketika bibir tak beretika terus saja komat kamit seakan nabi yang bersabda pada malam. Pada sudut yang berbeda, perlahan wajahmu menegadah menuju garis lurus mata bulat ini, eye level point, "tidak, aku tidak bisa", ujarmu ragu. Kemudian kembali menunduk teratur, sembari mengambil nafas perlahan wajahmu kembali menegadah, "maksud saya, aku tidak bisa saat ini. Tapi mungkin dilain malam aku bisa saja".                    Dan percakapan singkat ini pun usai di ujung lorong kecil menuju haribaanmu. 

Sebelum Larut.

Merah, merona,  seperti sebuah darah tapi tak mengering.. Seusai perbincangan hangat hingga pagi mulai menguning.. Rentang, dengan sedikit senyum tak mau menentang,, Lihat, banyak yang terlalu mau berperilaku menyimpang.. Seperti mata,  selalu berkedip selalu mengelak dengan sadar atau sengaja tak menyadari.. Layaknya perbuatan yang tak harus keji,  kusam karena debu... Kadang lidah saja tak cukup untuk menggunjingnya,  perlu sedikit penetrasi agar nurani terguggah, bukan seperti dogma idealis atas nama agama yang lurus tapi semu... Serupa tapi tak sama,Penyeragaman menjadi mitos yang terabaikan dari antara denotasi dan konotasi, lalu pun tersadar mati dan berakhir pada teks tertulis saja atau pada gambar hewan hewan endimik hasil persilangan antara Alam liar dan kebun binatang.. Manipulator yang cerdas yang cenderung licik, memanusiakan manusia hanya menjadi Tugas Tuhan lalu bergerak seperti robot robot dari bibit teknologi yang lupa akan punya akal budi.....